Tahapan Perusahaan Go Public (ipo) Dan Sahamnya Sanggup Diperdagangkan Pada Bei & Ekonomi

Membangun usaha memang enggak bisa sembarangan. Apalagi apabila bercita-cita jasa konsultan ipo sebagai leader di galat satu sektor di mana usaha itu beranjak. Salah satu pencapaian luar biasa yg umumnya menjadi target perusahaan ataupun usaha pada dunia itu adalah saat perusahaan memperlihatkan sahamnya buat dibeli oleh masyarakat generik. Atau, yg dikenal menggunakan kata perusahaan go public.

Tahapan ini pula tak jarang dianggap dengan IPO–Initial Public Offering. Tak sembarang perusahaan boleh melakukan IPO, atau go public, sehingga sahamnya sanggup diperjualbelikan di Bursa Efek Indonesia lo! Ada banyak kondisi yg wajibdipenuhi & serentetan proses yg wajibdilewati oleh perusahaan go public.

Nah, ini yg akan kita bahas sekarang. Siapa tahu nih, perusahaan kamu punya visi jua buat melantaikan sahamnya di Bursa Efek Indonesia suatu kali nanti kan? Ada baiknya untukmu mengetahui kondisi & proses yg harus engkaujalani buat mampu mewujudkannya.

Sebenarnya kondisi & proses buat IPO ini mampu engkaubaca sendiri pula secara detail di website milik Bursa Efek Jakarta. Tapi, kita akan coba tulis ulang dengan bahasa yg lebih mudah dipahami ya?Apa itu IPO?

Meski telah sedikit disinggung di atas, tapi terdapat baiknya kita mulai berdasarkan pengertian IPO dulu ya.

IPO–Initial Public Offering–adalah proses sebuah perusahaan buat menunjukkan sahamnya agar bisa dibeli oleh rakyat umum melalui Bursa Efek buat yg pertama kalinya.Mengapa wajibIPO?

Ada beberapa keuntungan yg bisa dihasilkan sang perusahaan go public pada lantai jasa pengurusan ipo BEI. Di antaranya:Perusahaan akan mendapatkan modal menurut rakyat generik yang membeli sahamnya, tidak lagi wajibmenggunakan kapital langsung.Modal yg diperoleh melalui IPOT ini jasa konsultan sangat besar , sebagai akibatnya kesempatan buat pengembangan bisnisnya juga sanggup sangat akbar. Siapa sih yang enggak mau bisnisnya berkembang pesat?Perusahaan yang telah melantaikan sahamnya di BEI umumnya pula akan terkesan lebih prestisius, lebih diperhitungkan di sektornya.Perusahaan go public akan menerima potongan pajak penghasilan menurut pemerintah sebanyak 5%.Pajak penjualan saham perusahaan terbuka jua lebih rendah ketimbang perusahaan non-Tbk.

Nah, menggunakan banyak sekali keuntungan ini, telah niscaya IPO bisa sebagai peluang (atau tanda) bahwa suatu usaha atau perusahaan siap perluasan dan berkembang.

Perusahaan yang telah melakukan IPO lalu diklaim sebagai Perusahaan Tercatat Bursa Efek Indonesia.

Tapi, untuk bisa IPO & melantaikan saham di Bursa Efek memang enggak semudah itu. Ada berbagai syarat yang wajibdipenuhi.Syarat IPO

Seperti yang sanggup engkaulihat secara detail pada website milik BEI, syarat-kondisi agar suatu perusahaan go public itu ada banyak. Infografis berikut merangkumnya menggunakan relatif jelas.Sumber: Pusat Informasi Go Public Bursa Efek Indonesia

Kalau kamu cermati, terdapat tiga kriteria besaryang menentukan, yaitu good corporate governance (struktur kepemimpinan perusahaan yang baik), akuntansi dan keuangan, dan struktur permodalan. Masing-masing punya kondisi-kondisi & kriteria lagi yg wajibdipenuhi.

Kamu juga mampu melihat, jika perdagangan saham pada Bursa Efek Indonesia ini terbagi atas dua papan, yaitu Papan Utama & Papan Pengembangan. Tentang 2 papan saham pada Bursa Efek ini pernah dibahas waktu kita lagi ngobrolin beda pasar primer & pasar sekunder yang lalu.

Papan primer berisi daftar perusahaan-perusahaan dengan usaha yg sudah mapan, adalah leader pada sektornya, dengan harga saham yang lebih stabil–atau bahkan cenderung semakin tinggi menurut tahun ke tahun lantaran performa kerja yang pula naik.

Papan pengembangan berisi daftar perusahaan-perusahaan berkembang skala menengah. Pergerakan saham di papan perdagangan inilah yang relatif agresif. Konon, pada sinilah saham-saham yg bisa “digoreng” atau dimainkan oleh broker, dan umumnya sebagai ajang trading yg bergerak maju.

Nah, kalau kondisi-kondisi di atas telah dipenuhi, maka perusahaan pun siap buat go public. Tapi prosesnya juga cukup panjang lo. Mari kita lihat.Proses Perusahaan Go Public1. Mengadakan RUPS

Sebelum benar-sahih memberikan saham buat dibeli sang rakyat umum, perusahaan mengadakan RUPS–Rapat Umum Pemegang Saham–untuk mendapatkan izin perusahaan go public.2. Menunjuk penjamin emisi

Setelah mendapatkan persetujuan menurut RUPS, perusahaan lantas menunjuk penjamin emisi yang akan membantu proses perusahaan go public & melakukan IPO. Penjamin emisi ini tak jarang kali jua diklaim menggunakan under writer. Pihak penjamin emisi harus sudah terdaftar di OJK.

Tugas penjamin emisi ini antara lain:Membantu penawaran saham pada sejumlah investorMembantu perusahaan menyiapkan berbagai dokumen yang diharapkan untuk proses IPOMembantu konsultan ipo menyusun prospektusMerekomendasikan & memilih beberapa perusahaan sekuritas menjadi agen penjual saham perdana.Menjamin penerbitan dan transaksi saham perdana perusahaantiga. Siapkan laporan keuangan lengkap

Setelah itu, perusahaan menyiapkan laporan keuangan yang lengkap. Beberapa pihak yg umumnya dilibatkan dalam proses penyusunan laporan keuangan ini adalah:Auditor eksternal, untuk mengaudit laporan keuangan perusahaan.Penilai. Kadang kala–jika dianggap perlu–perusahaan pula menunjuk pihak penilai pula yang akan menaksir nilai aktiva tetap perusahaan. Tapi penilai ini opsional sih, enggak setiap perusahaan terdapat. Tergantung kebijakan dan syarat masing-masing.Konsultan aturan. Selain penilai, perusahaan juga melibatkan pakar aturan yang berspesialisasi di pasar kapital buat memberikan legal opinion, sebuah pandangan berdasarkan aturan tentang kondisi perusahaan yang akan melakukan IPO. Notaris, untuk membantu menciptakan akta-akta serta dokumen yg diharapkan.4. Mengajukan registrasi

Setelah dokumen lengkap, & semua kondisi sudah dipenuhi, maka perusahaan pun siap mendaftarkan diri untuk IPO di Bursa Efek Indonesia.

Proses registrasi perusahaan go public ini mencakup:Penyampaian dokumen pernyataan registrasi perdagangan saham pada Otoritas Jasa Keuangan.Penyampaian permohonan pencatatan saham ke BEIEvaluasi kondisi yang telah dipenuhi oleh BEI dan OJK

Setelah menerima persetujuan dari pihak BEI dan OJK untuk menawarkan saham, maka perusahaan pun siap melakukan IPO. 5. Penawaran saham

Ini dia tahapan primer menurut seluruh proses perusahaan go public. Yes, penawaran saham kepada investor-investor.

Investor bisa membeli saham perusahaan melalui agen-agen penjual yg telah ditunjuk sebelumnya.

Kalau dicermati pada kriteria perusahaan go public di atas, terdapat jumlah minimal saham yang ditawarkan pada publik kan ya? Yaitu minimal 300 juta lbr saham buat perusahaan papan utama, & minimal 150 juta lembar saham buat perusahaan papan pengembangan. Kalau misalkan permintaan melebihi stok lembar saham yg ada, maka akan ada investor yang nir akan mendapatkan jatah saham sesuai menggunakan pesanannya.

Misalnya begini. Perusahaan A mengeluarkan 150 juta saham. Ternyata pendaftar banyak, permintaannya menjadi 200 juta saham. Ada yang pesan 1000 lembar, 2000 lembar, & seterusnya. Karena nir mencukupi, maka bisa jadi si investor nir mendapatkan 1000 lembar sesuai pesanan, akan tetapi harus dikurangi agar seluruh kebagian. Penjatahan ini diklaim allotment.

Ya, kayak perdagangan komoditi pada umumnya gitu deh. Kondisi ini dianggap oversubscribed. 6. Pencatatan saham

Setelah selesai proses transaksi saham perdana, kemudian dilakukan pencatatan saham tadi pada BEI. Saham (yg masih tersisa) akan dititipkan ke PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) buat diperdagangkan setiap harinya.

Investor yg tidak sanggup ikut pada proses transaksi saham di pasar primer, sanggup ikut bertransaksi pada pasar sekunder, melalui mekanisme perdagangan pasar modal yang berlaku.

Nah, begitulah proses perusahaan go public, dan sanggup memperjualbelikan saham secara generik pada lantai Bursa Efek Indonesia.

Cukup panjang ya? Iyalah, tapi menggunakan aneka macam keuntungan itu, maka melantaikan saham di BEI tetap menjadi cita-cita banyak perusahaan yg ingin sebagai akbar.

Semoga pemaparan dalam artikel ini relatif jelas ya. Sampai ketemu di artikel berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *