Initial Public Offering (ipo): Definisi, Syarat & Prosesnya – Dosen Investor

Beberapa ketika kemudian, Big Hit Entertainment (kiniHYBE Entertainment), perusahaan manajemen seniman yg menaungi keliru satu Boyband kenamaan asal Korea Selatan yakni BTS, mengumumkan sedang merencanakan buat melakukan Initial Public Offering (IPO). jasa konsultan ipo

Berita tadi sontak membuat kalangan penggemar musik pop asal negeri ginseng tersebut ramai. Pasalnya, dengan melakukan IPO, saham Big Hit yg diperkirakan akan terus naik pada beberapa ketika ke depan tadi bisa dibeli sang publik.

Dengan demikian, publik bisa secara pribadi mempunyai saham Big Hit dan bahkan memengaruhi kebijakan perusahaan tersebut. Dengan IPO, Big Hit telah mengikuti langkah perusahaan manajemen seniman besarlainnya di Negeri Ginseng tersebut yang telah IPO terlebih dahulu.

Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan IPO? Berikut penjelasan lengkapnya.Definisi Initial Public Offering

Initial Public Offering atau IPO bisa diartikan menjadi tindakan perusahaan buat menerima kapital tambahan menggunakan menjual saham pada publik secara umum untuk pertama kali.

Sebelum melakukan IPO, struktur permodalan sebuah perusahaan biasanya hanya dimiliki oleh segelintir pihak seperti pendiri perusahaan tadi, rekan-rekan atau famili sang pendiri atau perusahaan investasi tertentu.

Setelah melakukan IPO dengan merilis sahamnya pada pasar kapital, struktur permodalan perusahaan tersebut menjadi lebih bervariasi menggunakan tambahan kepemilikan publik di dalamnya.

Tidak seluruh saham perusahaan dijual dalam IPO. Masih ada beberapa % saham perusahaan yang dimiliki sang oleh pendiri perusahaan tersebut, keluarga atau rekan-rekannya & perusahaan investasi yg sebelumnya telah berinvestasi pada perusahaan itu.Tujuan Initial Publik Offering

Initial Public Offering dilakukan sang perusahaan buat menerima hal-hal ini dia:Tambahan Modal

Selain modal yg dimiliki oleh oleh pendiri perusahaan, koleganya & perusahaan investasi tertentu, sebuah perusahaan yang belum IPO atau listing pada Bursa Efek Indonesia (BEI), biasanya menerima pendanaan pada bentuk pinjaman berdasarkan bank.

Akan tetapi perusahaan tidak mampu terus menerus mengajukan pinjaman berdasarkan bank karena aneka macam alasan. Menjual saham ke publik menggunakan melakukan IPO merupakan galat satu opsi pendanaan yang bisa dilakukan oleh perusahaan.

Dibandingkan dengan mengajukan pinjaman ke bank, menjual saham ke publik terbilang lebih menguntungkan bagi perusahaan. Sebab, perusahaan nir perlu membayar dividen secara berkala sebagaimana membayar porto bunga ke bank.Popularitas

Dengan listing di BEI aka IPO, eksistensi perusahaan juga lebih mudah dikenal oleh masyarakat umum. Selain itu, perusahaan yg telah IPO cenderung memiliki citra yg lebih mengagumkan pada mata wargadibandingkan menggunakan perusahaan yang masih pada status private atau belum IPO.Potongan Pajak

Perusahaan yang telah menerima status sebagai perusahaan terbuka (Tbk) jua menerima pemotongan pajak khusus berdasarkan Pemerintah Republik Indonesia. Potongan pajak ini sebesar lima% buat pajak penghasilan dan pajak penjualan yang lebih rendah daripada perusahaan private.Kemampuan buat Bertahan yang Lebih Baik

Perusahaan yg sudah IPO memungkinkan pendiri perusahaan tadi buat keluar berdasarkan perusahaan tadi dengan menjual seluruh sahamnya (divestasi). Hal ini tak jarang terjadi karena pendiri perusahaan tersebut membutuhkan modal buat mengelola usahanya yang lain.

Lain daripada itu, IPO pula mengurangi risiko perusahaan kolaps lantaran kasus internal keluarga. Masalah internal ini acapkali terjadi pada perusahaan yg dibangun secara beserta sama oleh sebuah keluarga. Biasanya perpecahan ini terjadi dalam generasi kedua atau ketiga perusahaan tadi.

Dengan IPO, perusahaan bisa dipercayakan sang pihak profesional sementara anggota famili masih tetap memiliki porsi sahamnya masing-masing.Syarat Initial Public Offering

Perusahaan yg ingin merilis sahamnya ke publik (IPO) haruslah perusahaan yang mempunyai syarat konsultan ipo fundamental yang kokoh dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Oleh karenanya, nir mengherankan apabila buat melakukan IPO diharapkan ketika persiapan berbulan-bulan.

Dalam konteks Indonesia, perusahaan yang ingin merilis sahamnya pada bursa harus merupakan perusahaan berbadan hukum PT (Perseroan Terbatas) & memiliki orang yang mengisi struktur manajemen di bawah ini:Komisaris Independen

Komisaris independen atau komisaris nir terafiliasi merupakan anggota dewan komisaris (pengawas) yang nir memiliki hubungan usaha atau hubungan darah dengan anggota komisaris lainnya, anggota dewan direksi atau pemilik saham pengendali (pemilik saham menggunakan persentase yg akbar).

Banyak perusahaan di Indonesia yang memiliki anggota dewan komisaris yang masih saudara kandung atau saudara jauh anggota dewan direksi. Nah, komisaris independen ini wajibmerupakan orang lain yang tidak mempunyai hubungan apapun menggunakan dewan direksi & anggota dewan komisaris lainnya.Komite & Unit Audit Internal Perusahaan

Perusahaan yg listing pada BEI harus diaudit sang 2 pihak yaitu Auditor Publik Independen & Komite Audit Internal Perusahaan tersebut sendiri.

Selain menilik tata kelola keuangan, tugas komite audit pula memeriksa kualitas manajerial dalam perusahaan tadi jasa pengurusan ipo sehingga perusahaan bisa menerapkan kualitas Good Governance yang baik. Komite Audit tak jarang berada pada bawah pengawasan dewan komisaris & bukan dewan direksi.Sekretaris Perusahaan

Sekretaris perusahaan jasa konsultan adalah orang yang bertanggung jawab terhadap efektivitas dan transparansi komunikasi perusahaan baik komunikasi internal perusahaan maupun interaksi antara perusahaan tersebut dengan pihak lain misalnya auditor independen, investor dan bahkan rakyat.

Dari sisi keuangan, perusahaan yang ingin IPO harus mempunyai masa operasional minimal 12 bulan atau apabila perusahaan tersebut adalah perusahaan menengah, masa operasional perusahaan sudah hampir 2 tahun dan diperkirakan akan menerima keuntungan pada akhir tahun kedua.

Perusahaan yg ingin IPO juga harus bisa menjual sebanyak 150 juta lembar saham dengan masing-masing lbr seharga minimal 100 rupiah. Apabila dihitung secara kasar, maka buat IPO, perusahaan harus mempunyai modal lebih dari 15 miliar rupiah. Oleh karenanya, perusahaan wajibmemperhitungkan faktor keuangan perusahaan secara masak-masak sebelum menetapkan buat IPO.Proses Initial Public Offering

Proses IPO secara garis akbar bisa dibagi sebagai 2 yaitu proses persiapan & proses pengajuan permohonan.Proses Persiapan

Saat proses persiapan, perusahaan perlu membentuk tim internal spesifik IPO yg bertugas buat menyiapkan dokumen-dokumen persyaratan IPO, menghubungi dan berdiskusi menggunakan pihak eksternal terkait dan menyusun perubahan Anggaran Dasar.

Tim internal ini minimal terdiri menurut anggota divisi keuangan perusahaan & divisi litigasi (hukum) perusahaan. Sebab, buat IPO dibutuhkan penyesuaian struktur keuangan dan landasan aturan perusahaan.

Adapun pihak-pihak eksternal yang harus terlibat dalam proses persiapan IPO adalah sebagai berikut:Petugas Penjamin Emisi Efek (Underwriter);Akuntan Publik;Konsultan Hukum;Notaris;Penilai Aset Perusahaan jika perusahaan memiliki aset permanen seperti tanah dan bangunan yg wajibdievaluasi oleh penilai aset independen;Biro Administrasi Efek

Sedangkan dokumen yg wajibdisiapkan buat proses IPO adalah:Profil perusahaan, data planning IPO, profil underwriter & profesi penunjang;Pendapat dan laporan inspeksi menurut konsultan aturan;Laporan keuangan yang sudah diaudit oleh Akuntan Publik;Laporan dari pihak penilai aset (bila terdapat);Anggaran Dasar perusahaan yg sudah disetujui oleh Menteri Hukum & HAM;Prospektus yaitu dokumen yg berisi informasi pada laporan-laporan pada atas;Proyeksi keuangan.Proses Pengajuan Permohonan

Perusahaan yang sudah menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan diwajibkan buat mengirim dokumen-dokumen tersebut & surat pengajuan pendahuluan ke BEI dan KSEI (PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia).

Surat dan dokumen tersebut lalu akan ditelaah oleh BEI. Dalam proses penelaahan tersebut, BEI akan mengundang perusahaan & pihak-pihak eksternal yang digandeng oleh perusahaan untuk melakukan presentasi planning perusahaan. Setelah itu, untuk memastikan fakta yang disampaikan perusahaan adalah benar adanya, BEI akan melangsungkan kunjungan secara pribadi ke perusahaan tersebut.

Apabila permohonan perusahaan sudah disetujui sang BEI, perusahaan akan memperoleh Surat Pendahuluan Perjanjian Pencatatan Saham dari BEI. Surat tersebut beserta prospektus yg sudah disusun perusahaan harus dikirim ke Otoritas Jasa keuangan (OJK) buat menerima persetujuan OJK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *